Diposting oleh 2026-07-21
Gambar via Tencent Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) menangguhkan sementara PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) di negara tersebut hari ini.
PTA mengatakan telah menerima banyak keluhan yang menimbulkan kekhawatiran tentang sifat adiktif dari game tersebut. PTA menambahkan bahwa beberapa dari keluhan ini menyebut permainan itu "buang-buang waktu" yang menimbulkan "dampak negatif yang serius" pada "kesehatan fisik dan psikologis anak-anak." Banyak kasus bunuh diri telah dikaitkan dengan game battle royale, menurut PTA.
PTA telah menerima banyak keluhan terhadap PUBG dimana dinyatakan bahwa game tersebut membuat ketagihan, membuang-buang waktu dan menimbulkan dampak negatif yang serius. terhadap kesehatan fisik dan psikis anak. pic.twitter.com/GDJqTeuTaf
— PTA (@PTAofficialpk) 1 Juli 2020Pengadilan Tinggi Lahore akan melakukan sidang pada 9 Juli. Pengadilan telah meminta PTA untuk memeriksa pengaduan dan “ memutuskan masalah ini.” PTA telah merilis email yang dapatdigunakan oleh publik untuk memberikan umpan balik mengenai efek permainan.
Tim Pakistan, Free Style, dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam PUBG Mobile World League (PMWL) East, yang dimulai pada 10 Juli. Sepertinya keputusan pengadilan pada 9 Juli akan menentukan apakah tim akan bermain di liga.
Pengembangnya, Tencent, belum mengomentari penangguhan tersebut.
Namun, PTA tidak mengatakan versi game mana yang telah ditangguhkan. Pemain sebelumnya dapat mengunduh PUBG PC, PUBG PC Lite, PUBG Mobile, dan PUBG Mobile Lite di dalam negeri.
Ini bukan pertama kalinya sebuah negara melarang game populer tersebut. Di masa lalu, Nepal, Irak, dan Yordania telah melakukan hal yang sama. Jordan mengatakan permainan itu memiliki "efek negatif" pada pemain sementara Irak menyebutnya "berbahaya bagi masyarakat", yang menimbulkan "potensi ancaman keamanan nasional".